Menjaga Spirit Revolusioner Al Husain di Karbala /10 Muharam 61 H

Menjaga Spirit Revolusioner Al Husain di Karbala /10 Muharam 61 H

Karbala adalah revolusi tauhid, yakni revolusi yang gugusannya dimulai oleh nabi Ibrahim as, diledakkan secara sempurna oleh Nabi Muhammad saww, dipertahankan tetap hidup oleh Imam Husain as dan berakhir pada Imam Mahdi. Melupakan riwayat Imam Husain as sebagai mata rantai yang lepas dari rangkaian sejarah tidak bedanya memotong bagian tubuh manusia yang masih hidup untuk dilakukan penelitian atasnya. Perlawanan yang dikobarkan Imam Husain adalah hikayat kebebasan yang dikubur hidup-hidup oleh pisau kezaliman pada setiap zaman dan tempat. Karenanya semangat itu perlu kita hidupkan kembali. Imam Husain berangkat melawan untuk membela kebenaran, yakni kebenaran bagi semua umat manusia.

Perlawanan tersebut esensinya akan terus berlangsung selamanya. Dimanapun seorang melakukan perlawanan terhadap kezaliman, disitulah Karbala. Setiap tusukan pedang pada hari Asyura adalah tusukan terhadap penguasa yang dzalim pada periode kapanpun.

Berbicara peristiwa Asyura, tidak bisa dilepaskan dari peristiwa historis di padang Karbala. Sekitar 14 abad lalu, seorang cucu Nabi, Imam Hussain, dibunuh oleh pasukan Yazid bin Mu’awiyah. Dalam kitab Maqtal Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib karya Al-Thabarani diceritakan bahwa Nabi Muhammad jauh-jauh hari diberitahu oleh Jibril bahwa kelak cucunya akan dibunuh di tanah Thaf (Karbala).

Kisah terbunuhnya sayyidina Husein tentu peristiwa yang menyedihkan bagi kita semua. Bukan hanya di kalangan syiah ataupun sunni, melainkan seluruh umat Islam. Akan tetapi, sejarah hanya akan menjadi fosil jika tidak kita pungut menjadi spirit bagi kehidupan umat Islam sekarang.

Dalam buku Islam dan Teologi Pembebasan, Asghar Ali Engineer memaknai peristiwa ini secara revolusioner. Memahami peristiwa Karbala, bagi Asghar Ali Engineer, semestinya tidak dipandang sebagai peristiwa perebutan kekuasaan. Melainkan peristiwa pertarungan antara kebenaran dan kejahatan. Dengan demikian, ia menyamakan peristiwa Karbala dengan peristiwa saat awal kelahiran Islam, sebuah gerakan pembebasan dan perlawanan terhadap penindasan masyarakat jahiliyah.

Islam lahir sebagai agama yang memihak pada mereka yang tertindas. Umat Islam awal banyak diisi oleh kelompok yang lemah dan tertindas. Perlawanan ini kemudian ditangkap oleh kelompok kafir Quraisy sebagai sinyal yang membahayakan bagi kekuasaan mereka yang telah mapan. Mereka yang menentang Nabi ialah para pengusaha² kaya Mekkah. Bahkan pembangkangan kelompok Yahudi di Madinah bukan karena motif teologis, melainkan kepentingan ekonomi-politik.

Menurut Ali Asghar Engineer, singkat cerita, berkuasanya Muawiyah di Syiria merupakan awal bagi kemunduran Islam. Gaya kepemimpinan Muawiyah yang bermewah-mewah sejak menjadi gubernur di Syiria dianggap bertentangan prinsip kesederhanaan dalam Islam. Selain itu, model kepemimpinan Muawiyah banyak mengadopsi cara-cara kepemimpinan kekaisaran romawi. Disinilah benih-benih tragedi Karbala mulai disemai.

Perilaku yang jauh dari kesederhanaan ini juga berlanjut pada sikap anaknya, Yazid bin Muawiyah. Hal inilah yang kemudian membuat Imam Husein enggan untuk tunduk dan berbaiat kepadanya. Perilaku yang kontra revolusioner dari sosok Yazid sama sekali tidak mencerminkan perilaku pemimpin Islam yang mengusung semangat revolusioner.

Pemahaman bahwa perlawanan Imam Husein adalah gerakan politis untuk merebut kekuasaan tidaklah tepat. Penolakan terhadap kepemimpinan Yazid lebih kepada pencegahan agar Islam tidak kembali mundur ke zaman Jahiliyah dengan perilaku yang ditampilkan Yazid. Maka, langkah yang non-kompromistis ditempuh oleh Imam Husein. Kritik Husein lainnya kepada Yazid ialah distribusi bait al-mal yang tidak lagi digunakan bagi kepentingan masyarakat melainkan untuk raja atau penguasa.

Gerakan Imam Husein As ialah kritik sosial pada kekuasaan Yazid saat itu. Kesenjangan sosial, sikap amoral penguasa, dan kegagalan lembaga negara merupakan basis pijakan kritiknya. Sehingga bagi Husein, menolak dan melawan Yazid sama halnya menjaga api revolusioner Islam dari kegelapan perilaku jahiliyah. Penolakan Imam Husein As untuk tunduk pada Yazid membuat Yazid khawatir tentang pengakuannya di kalangan umat Islam.

Saat menuju Kufah, Husein beserta 72 orang keluarganya menyadari risiko yang akan menimpanya. Akan tetapi, sikap Imam Husein As untuk tetap pergi ke Kufah menjadi pilihan. Baginya, lebuh baik mati daripada Islam mundur ke zaman jahiliyah kembali. Hingga akhirnya pilihan itulah yang mengakhiri hidup Imam Husein As

Ali Asghar Engineer dengan demikian mengambil spirit revolusi dalam Islam ini dengan mendudukan kubu Al Husain AS sebagai kubu keadilan yang sedang melawan kelompok Yazid yang zalim. Terlepas dari latar belakang Asghar Ali Engineer, ada hal menarik dari caranya memaknai sebuah peristiwa historis dalam sejarah Islam. Argumentasi tentang peristiwa Karbala adalah penafsiran yang mengambil spirit revolusioner dalam Islam.

Baginya setiap kepingan peristiwa sejarah Islam sudah semestinya selalu dilihat aspek liberasi Islam. Termasuk peristiwa Karbala tidak semestinya difahami sebagai pertempuran politik melainkan pertempuran kelas penguasa dan mereka yang tertindas. Para kelompok tertindas tidak kemudian menyerah dan pasrah atas apa yang telah terjadi melainkan pergi dan melawan musuh umat Islam (kezaliman). Sudah semestinya umat Islam berani unjuk kekuatan di depan kekuatan superior yang zalim.

Assalamualaika Yaa Husain wa ‘ala Alibnil Husain Wa ‘ala Auladil Husain wa ‘ala Ashabil Husain.

10 Muharam 61 H
10 Muharam 1444 H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog Jalan Lurus

Hidup sebagai sumber belajar

ainsword

i write. yes, i do.

Kumpulan Tulisan Fikri

Membagikan isi pikiran tentang Islam, Teknologi, dan topik lainnya.

IKATAN ALUMNI BATA-BATA (IKABA)

رابطة خرجي معهد منبع العلوم بتابتا

TheMostBeloved

The Most Beloved

Tarbawiyah

Menebar Hidayah Islam

Peluang Bisnis Moment

Peluang Bisnis Online Terbaru 2019

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close