TIMELINE AKHIR ZAMAN: PERISTIWA SEJARAH YANG SUDAH DAN BELUM TERJADI DALAM AL-QUR’AN

Eskatologi Islam

Ada banyak sekali Ayat dalam Al-Qur’an yang mengabarkan peristiwa sejarah, baik yang telah terjadi di masa sebelum zaman Nabi Muhammad SAW, peristiwa sejarah yang terjadi pada masa beliau, maupun peristiwa penting sejarah yang belum terjadi pada masa beliau masih hidup.

Berikut beberapa contoh peristiwa sejarah yang sudah, sedang dan belum terjadi yang disebutkan dalam Al-Quran, baik secara eksplisit (muhkamat) maupun secara implisit (mutasyabihat):

Bagian 1

Jasad, Do’a Nabi Sulaiman dan Obsesi Yahudi Israel yang Aneh

Allah SWT Berfirman dalam Surat Shad Ayat 34-35:

وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمٰنَ وَاَ لْقَيْنَا عَلٰى كُرْسِيِّهٖ جَسَدًا ثُمَّ اَنَا بَ

“Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat.”

قَا لَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَ حَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْ ۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّا بُ

“Dia berkata, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.””

Siapakah atau apakah yang dimaksud jasad dalam Ayat 34 Surat Shad di atas?

Dalam terjemah yang dikutip di atas, jasad itu adalah jasad Nabi Sulaiman yang tergeletak di atas kursinya (yang lemah karena sakit).

Berikut beberapa pemahaman lain tentang jasad dari berbagai penafsiran:

  1. Tafsir Al-Muyassar, Kementerian Agama Saudi Arabia:
    “…meletakan separuh tubuh anaknya di atas singgasananya.”
  2. Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram):
    “Sungguh Kami telah menguji Sulaiman dan Kami meletakkan di atas singgasananya setan yang berbentuk manusia yang menguasai kerajaannya beberapa saat.”
  3. Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta’dzhim al-Qur’an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, Professor Fakultas al-Qur’an Universitas Islam Madinah:
    “Kami telah menguji Sulaiman dengan perkara besar, ketika Kami jadikan di atas singgasana kerajaannya seorang anak yang tidak sempurna…”
  4. Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mMudarris Tafsir Universitas Islam Madinah:
    “Makna (الجسد) yakni anak yang tidak sempurna yang dilahirkan istrinya.”
  5. Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir Suriah:
    “Kami telah menguji Sulaiman dengan penyakit, Kami biarkan dia tergeletak di atas kursi kerajaannya dengan tubuh yang lemah layaknya jasad tanpa ruh.”
  6. Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah
    “(Sungguh Kami benar-benar telah menguji Sulaiman). Kami menguji sulaiman dengan merenggut kerajaannya (dan Kami meletakkan di atas kursinya tubuh) setan…”
  7. Tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H:
    “Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman. Kami memberinya cobaan dan ujian dengan kehilangan kerajaannya dan terlepasnya kerajaan itu darinya disebabkan kesalahan-kesalahan yang terjadi akibat tabiat kemanusiaan, dan Kami tempatkan di atas kursinya sebatang tubuh, yakni, setan yang telah ditakdirkan Allah untuk duduk di atas kursi kerajaannya dan ia mengendalikan kerajaan pada masa ujian Sulaiman. Kemudian ia kembali kepada Allah dan bertaubat.”
  8. An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi
    “(Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman) Kami telah mencobanya dengan suatu ujian, yaitu kerajaannya dirampas oleh orang lain.”
  9. Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I:
    “Ibnu Katsir berkata, “Allah Subhaanahu wa Ta’aala tidak menerangkan hakikat jasad yang Dia letakkan di atas kursinya. Kita mengimani bahwa Allah menguji beliau dengan meletakkan sebuah jasad di atas kursinya, dan kita tidak mengetahui tentang jasad itu.”
  10. Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI:
    “Sungguh, kami pun telah menguji nabi sulaiman dengan penyakit yang menyebabkan hilangnya kekuatan yang dimilikinya, dan karena itu kami jadikan dia hanya mampu tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh yang lemah tak berdaya…”
    (https://tafsirweb.com/8520-surat-shad-ayat-34.html).

Dari 11 Mufassir yang dikutip di atas, tidak ada satu pun yang menafsirkan jasad sebagai Dajjal.

Dalam perspektif Eskatologi Islam, ayat tentang mimpi Nabi Sulaiman melihat Jasad duduk di atas singgasananya itu menjelaskan asal-usul dan berkaitan dengan obsesi kaum Yahudi atas Tanah Suci Yerusalem yang merupakan jantung pergerakan sejarah sejak setidaknya 2000 tahun yang lalu, sampai pada sejarah modern pun bahkan sampai menjelang Hari Kiamat kelak, juga berpusat pada obsesi yang aneh ini.

Setelah diuji dengan penglihatan ini, Nabi Sulaiman berdo’a agar diberi kekuasaan yang tidak ada seorang pun akan mewarisinya, dan Allah SWT mengabulkan do’anya. Tidak lama setelah beliau wafat, kerajaannya dihancurkan Allah. Nabi Sulaiman memilih kerajaannya dihancurkan daripada diwarisi oleh jasad.

Siapakah jasad dan mengapa ia ingin mewarisi Tahta Nabi Sulaiman?

Dalam pemahaman Eskatologi Islam, jasad itulah Dajjal. Karena itu, ayat ini adalah referensi paling langsung dari Al-Qur’an tentang Dajjal (Dajjal tidak disebutkan namanya secara langsung dalam Al-Qur’an).

Itu sebabnya, kaum Yahudi Israel sangat terobsesi atas Tanah Suci Palestina guna mengembalikan kejayaan Nabi Sulaiman AS.

Kehancuran kerajaan Nabi Sulaiman telah terjadi; Negara Israel telah berdiri dan kini sedang bersiap mengambil alih posisi AS sebagai adidaya baru. Mereka terobsesi atas terbentuknya Pax Judaica sebagai kondisi yang dibutuhkan bagi kebangkitan kejayaan Yahudi.

Metodologi Eskatologi Islam menjelaskan Perang Ukraina dalam konteks ini. Perang ini barulah merupakan pintu gerbang menuju Perang Besar atau Malahim. Perang itu kini telah dimulai dan akan terus berlanjut sampai terbentuknya Pax Judaica dengan segala implikasinya, terutama pada perubahan geo-politik, ekonomi dan sistem moneter global.
(https://youtu.be/lAHdp5bvyUY).

Pemahaman Eskatologis demikian hanya dimungkinkan dengan merujuk pada proses sejarah yang mencakup rentang waktu yang sangat panjang, khususnya sejarah perkembangan serta kondisi geo-politik dan hubungan internasional mutakhir, sistem keuangan dan moneter global.

Untuk itu dibutuhkan profil keilmuan yang tidak saja memiliki basic Islamic Studies, terutama Tafsir, Hadits dan Pemikiran Islam yang memadai, tetapi juga dibutuhkan wawasan keilmuan kontemporer yang relevan. Hanya profil keilmuan demikian yang bisa menghadirkan respon Islam atas permasalahan dunia modern.

والله اعلم

MSupriatman
05/08/22

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog Jalan Lurus

Hidup sebagai sumber belajar

ainsword

i write. yes, i do.

Kumpulan Tulisan Fikri

Membagikan isi pikiran tentang Islam, Teknologi, dan topik lainnya.

IKATAN ALUMNI BATA-BATA (IKABA)

رابطة خرجي معهد منبع العلوم بتابتا

TheMostBeloved

The Most Beloved

Tarbawiyah

Menebar Hidayah Islam

Peluang Bisnis Moment

Peluang Bisnis Online Terbaru 2019

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close